Pengelolaan Lingkungan
Irwansyah Putra
Berikut ilustrasi komposter :
Komposter, mungkin tidak terlalu terlihat pada gambar, disarankan peletakannya terlindung dari cahaya matahari langsung. Dalam proses pengomposan bakteri akan membuat bagian dalam komposter menjadi panas karena adanya proses pembusukan dan kelularnya gas metana. Gas metana sebenarnya kurang baik juga untuk lingkungan tetapi dibandingkan dia membusuk di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) akan lebih baik dirumah dan hasilnya bisa digunakan lagi. Temperatur yang baik dalam tong komposter adalah tidak lebih dari 35 derajat celcius. Kalau bisa lebih adem lebih baik lagi. cairan Boisca sebagai bioaktifator bakteri kompos.
Komposter model ini memang menggunakan aerasi sehingga udara pun bisa keluar masuk
dengan adanya pipa yang di pasang di tengah tong (seperti gambar). Bagian luar dari pipa yang keluar dan di setiap lubang diberikan kasa kawat parabola untuk menghindari lalat dan serangga masuk karena bila lalat bisa keluar masuk maka belatung pun akan subur dan akhirnya produksi lalat, bukan kompos.
Dimulai dengan sampah-sampah daun dan rumput dari kebun atau sampah hijau yang kemudian mulai ditambah dengan sampah-sampah dapur organik.
Jenis sampah organik yang dapat dimasukkan ke komposter adalah:
- Sisa makanan
- Sisa sayuran
- Buah atau kulit buah
- Daun tanaman dan rumput
- Sisa nasi
- dll
Yang perlu dihindari adalah minyak bekas, ikan, dan tulang.
Untuk membuat komposter sederhana rumahan, bahan-bahan yang diperlukan adalah :
1. Tempat penampungan sampah organik beserta tutupnya, perkirakan ukuran sesuai volume sampah organik yang dihasilkan pada rumah kita. Contoh : ember atau tong plastik (barang-barang ini mudah kita dapat). Tutup kita perlukan, agar sampah yang ditampung dalam wadah tersebut tidak didatangi lalat. Buat lubang kecil-kecil pada wadah yang kita pilih, agar oksigen bisa masuk, dan pastikan juga lubang-lubang kecil di bagian bawah wadah untuk mengeluarkan lindi (cairan sisa pembusukan).
2. Cairan EM4, sebagai makanan bakteri untuk mempercepat proses penguraian sampah (bisa dibeli di toko-toko pertanian)
3. Sedikit air untuk mengencerkan larutan EM4
4. Gunting atau pisau untuk merajang sampah, disini ukuran sampah organik sengaja saya potong-potong agar proses pembusukan berlangsung cepat
5. Tentu saja sampah an organik dari rumah, dan pengaduk sampah (bisa batang kayu atau lainnya).
Selamat Mencoba...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar